Saya baru saja membaca dua buah sinopsis teman2 yang mengalami disabilitas. Mereka tidak punya mata yang berfungsi dengan baik. Setelah membacanya, saya merasa belum banyak bersyukur.
Cerita mengenai keuletan teman-teman yang mengalami keterbatasan pada bagian tubuhnya pasti sangat menyentuh. Tetapi kali ini saya sangat tertarik dengan cerita tentang orang tua dari mereka yang memiliki disabilitas.
Semua orang tua pasti berharap anaknya sehat secara jasmani dan rohani. Tidak ada orang tua yang berharap bahwa anaknya menjadi “tidak seperti anak-anak yang lain”. Ketika ada orang tua yang mengalami hal yang demikian, dan mereka berhasil mendidik anak-anaknya, maka dapat dipastikan bahwa ia adalah orang tua yang sangat hebat.
Bagi saya, orang tua yang berhasil mendidik anak-anaknya bukan orang tua yang hanya bisa sekedar memberikan materi duniawi. Orang tua yang berhasil mendidik anak-anaknya adalah orang tua yang bisa menjadikan anaknya menjadi lebih bertanggung jawab terhadap diri, bahkan keluarga, dan lingkungannya.
banyak orang tua yang telah luput dalam memberikan keberanian kepada anak-anaknya untuk hidup mandiri. Seharusnya, kemandirian ini telah dipupuk sejak dini. Minimal, anak-anak dapat memakaian pakaian, sepatu, dan peralatan pribadinya yang lain tanpa bantuan orang lain. Sehingga, anak-anak yang dibiasakan untuk diladeni bak seorang puteri raja menjadi anak yang manja.
Di lain sisi, orang tua pun memanjakan anak karena seringkali disebabkan oleh keinginan dan ketidak tahuan mereka dalam mencurahkan kasih sayangnya. Padahal kemandirian sangat penting bagi anak-anak. Anak siapapun dan dengan kondisi apapun.
Kembali lagi pada orang tua dari teman-teman saya yang mengalami disabilitas. Mereka adalah orang tua yang hebat. Mereka dapat mencurahkan seluruh jiwa raganya demi proses pertumbuhan dan perkembangan dengan anak mereka. Tetapi, kasih sayang mereka tidak membuat anak-anak mereka menjadi manja. Anak-anak mereka yang memiliki keterbatasan dalam melihat tumbuh menjadi anak yang mandiri. Lebih dari itu, mereka menjadi seseorang yang berprestasi dan mampu membuktikan bahwa “ORANG DENGAN DISABILITAS TIDAK PERLU DIKASIHANI APALAGI DI DISKRIMINASI”.
MEREKA MAMPU! PERCAYALAH!
Kunjungan Bapak TUKANG KEBUN pagi itu.
11 tahun yang lalu



0 comments:
Posting Komentar