Cukup

|
udah 30. angka usia yang ga muda, yang ga terlalu tua juga si. tapi cukup. cukup aneh kalo yang punya usia masih kekanak-kanakan, masih terlalu banyak mengeluh, masih belum punya banyak simpanan energi untuk mencinta.

usia 30 itu tentunya lebih tua dong kalo dibandingin dengan usia 19 taon, 23 taon, 25 taon, apalagi yang 5 atau 7 taon. keterlaluan kalo yang usia 30 taon ga bisa nahan emosi, asal berekspresi, asal marah, asal ngomong dan asal berkomentar.

usia 30 taon juga udah gak lucu kalo ga bisa mencerna berbagai asupan hikmah dalam hidupnya. masih terjebak dalam persoalan klise, gosip, kerangkeng pendapat orang lain, “like or dislike”.

usia 30 taon seharusnya malu kalo ngga nyadar juga bahwa dia dan semua makhluk di lingkungan sosialnya adalah MANUSIA dan MANUSIA-MANUSIA. bukan Allah yang patut diTuhankan. Bukan Yang Maha, yang lepas dari kesalahan. You dan yang lainnya bisa saja membenci sesuatu atau seseorang tetapi kemudian mendekatinya, mencintainya dan memeluknya– bahkan kemudian (astaghfirullah… jangan sampeeeeeeeeee….ich…….)– menyembahnya. Atau sebaliknya

cukup.

tidak ada lagi gosip

tidak ada lagi kebencian

tidak ada lagi kemarahan yang tak berujung

tidak ada lagi dendam

dunia ini hanya butuhkan cinta

dan hanya satu sumber cinta: Allah Sang Empunya

cukup!!!

semoga…

K2PI Allow...

|
gimana nih kabarnya…

sori nih agak sibuk. soalnya kemaren-kemaren musti bantuin mbak Rin yang lagi cuti melahirkan. walahhh, sibuuuuuk banget, ampe gak sempet nengok-nengokin kamu. terus sekarang saya juga harus mondar-mandir ke Puska disabilitas buat beresin keuangannya. terus terang, saya ga bisa nolak kalo dimintain tolong. but, i hope, keterlibatan saya disana dapat memberi warna baru untuk kamu.

tapi tenang k2Pi… sesibuks-nya saya, saya masih memperhatikan kamu kok. di beberapa kesempatan, saya berusaha menyempatkan diri untuk tetap konek dengan beberapa voluntir kamu. aku dah liat hasil kerja mereka. ternyata mereka dah buat rencana kerja untuk program rumah belajar kamu. mereka juga dah rancang anggarannya. jadi, mudah-mudahan sebentar lagi saya bisa ngecrek… :-P

terus, saya juga dah minta tolong mas Adi untuk buatin web khusus tentang kamu. Kebetulan mas adi dah hubungi mas elan yang telah berbaik hati, menawarkan pembuatan web secara gratis. mudah-mudahan bisa membuat kamu semakin cantik dan berguna buat banyak orang…

Batuk, Pilek, dan Diare Anak-anak

|
pernah saya sempet panik karena fatih gaaaa seceria seperti biasanya. diarenya gaaaa brenti-brenti. kasih minum, diare lagi. kasih makan, diare lagi. dikasih oralit, diare lagi… kebanyakan pengeluaran dari pada pemasukan. pergi deh ke rumah sakit, ketemu dokter, diperiksa, katanya ga papa, dikasih resep deh… “semoga cepet sembuh…” kata si dokter.

ampe di rumah, fatih bukannya tambah sembuh, tapi tambah lemez. tiduuuuur aja seharian. saya curiga nih. jangan-jangan kebanyakan obat tidur. gimana mo sembuh kalo ga makan, ga minum dan cuma tidur aja seharian. yang ada tambah penyakit.

pas obatnya distop, fatih ga tidur terus tapi diarenya kambuh lagi. halaa…. di kasih aja deh rebusan daun jambu. eh, sembuh loh… tapi lemesnya masih. akhirnya dipanggilin deh tukang urut (”dokter”) keluarga. hilang deh tuh panas. terakhir di kasih madu… phew…

jenk-jenk-jenk! fatih yang berisik telah kembali.

sekarang penyakitnya muncul lagi. kali ini bukan diare, tapi batuks-batuks (saking seringnya batuk, dan gak sembuh-sembuh). dikasih obat warung, gak sembuh-sembuh. di kasih obat penambah imun, ga sembuh-sembuh. eh… ntu virus main pingpong lagi. si ara jadi ikutan batuks-batuks. untung kenal ama mbak dini dari www.beingmom.org. lumayan jadi ga bikin panik dan tergantung ama pendapat dokter kalo anak-anak pada sakit

mbak dini wrote, demam, diare, muntah - linknya
http://beingmom. org/index. php/2007/ 03/02/common- problem-in- pediatrics- 1/

kemudian batuk pilek, linknya :
http://beingmom. org/index. php/2007/ 10/05/penyakit- seputar-saluran- pernafasan/

Antibiotika, linknya :

http://beingmom. org/index. php/2007/ 08/11/antibiotik a/

Demam tifoid, linknya

http://beingmom. org/index. php/category/ b40-demam- tifoid/

mbak dini juga bilang, anak2nya dibiasakan minum air putih hangat, atau apaun yang
hangat-hangat (asal bukan kompor hehehe) selama mereka batuk, dan buat
mereka itu manjur betul. Efeknya kurang lebih untuk mengencerkan dahak.
Plus air kaldu ayam kampung (dibikin pake slow cooker), wah itu mujarab
betul. Mungkin ada efek sugestinya ya buat anak2, kalo emaknya udah
ngeluarin “resep mujarab” ini mereka kayaknya kok langsung merasa
terperhatikan dan langsung merasa baekan hehehe….

Emang kadang2 rada susah juga sih minta mereka minum air kaldu. Sampe2,
mbak dini ngarang cerita ttg si ayam, boneka kesayangannya anak2, yang lagi
batuk dan gak bisa kukuruyuk, trus minum sop ayam… eh salah, masa
ayam makan ayam yaa… minum sup jagung, biar bisa kukuruyuk lagi :D

Beberapa link seputar batuk yang mungkin menarik untuk dibaca :

http://www.sehatgro up.web.id/ klik “guidelines” klik “batuk”

http://www.aap. org/publiced/ BR_Infections. htm

http://www.aap. org/advocacy/ releases/ jan08coughandcol d.htm

trus mbak dini menambahkan,berkaitan dengan obat batuk OTC (over the counter medicine) atawa obat
batuk yang bisa dibeli bebas. Berdasarkan penelitian terbaru, obat
batuk tidak efektif untuk meredakan gejala bagi anak dibawah 6 tahun,
bahkan efek sampingnya cukup berbahaya, maka mereka menyarankan ORANG
TUA untuk mencari cara yang lebih aman untuk mengatasi batuk terutama
pada bayi dan anak-anak usia dini. Nah kan, lihat deh bedanya, di
Amerika orang tua-nya ikut diedukasi. Sedang di Indonesia, boro-boro
hehehe… Kadang dokternya jadi jengkel kalo pasiennya sok teu :P

well, kita jadi ORANG TUA emang musti sok teu biar gak di-sok teu-in. buat mbak dini (http://dinisafina.blogspot.com), tengkyu… luv yu…

I Know that He Loves Me

|
pagi itu saya tidak berangkat ke kampus karena ada janji dengan beberapa orang sahabat di Matraman. ada urusan praktikum dan K2Pi serta rencana S3 yang harus dibicarakan di sana. jadi, ayah pergi sendiri dan bebas tugas dari keharusan mengantar istrinya ke kampus. saya juga bisa menikmati sedikit waktu dengan anak-anak.

sekitar jam 11-an saya bersiap-siap. si abang mulai menunjukkan ulahnya. berteriak, menangis…”umiiiii….. jangan pergi…..”

but i had to go. abang tau kalo saya pasti tidak akan mengindahkan rengekannya.

“umiiiiii…. ikut…..” abang masih berteriak, memelas…. saya hanya bisa tersenyum, menciumnya, memeluknya. “umi musti pergi sayang… umi kan sayang ama abang” aku tatap matanya dalam-dalam. abang tahu kalo uminya memang harus pergi. ia pun mengantarkan saya sampai pintu gerbang… “dadah umi… hati-hati ya….” matanya terus mengikuti saya sampai saya hilang ditikungan.

seusai pertemuan dengan para sahabat, saya langsung pulang. rindu sama abang fatih, ara, dan ayahnya juga :-). Saya berharap mereka belum tidur. benar saja… mereka, kecuali ara, sudah menunggu. phew… dah jam delapan malem, tapi masih masih bisa denger keluhannya si abang. di malam itu abang ngeluh ama ayahnya: “ayah!! tadi umi kasian. umi berangkat sendirian!!!”

Makan Makanan Sampah?

|
sampe sekarang ga bisa menghindari junk food. gimana pun tau ruginya, tetep aja hobi. alasannya simpel: beli suasana aja. walopun beli junk food di mall yang kecil, kayak di depok town center (dtc) gitu, tapi tetep weh beda ama rumah. kan makanan sehat dah selalu tersedia di rumah… gak papa donk sesekali. asal jangan ampe jadi kecanduan kali ya… selain bikin fisik sakit, kantong juga bisa cepet kosong. stress deh khir bulan hanya gara-gara makanan sampah. padahal kita kan musti hemat, ya?

masalah hemat-hemat uang, jadi inget kisah nyata “ketika gladiol bersemi”-nya daai tv. Di film itu, ada keluarga kayaaaa banget, tapi hemaaaaat banget, tapi juga royaaaal banget ama keluarga miskin. suatu hari, keluarga kaya itu mengalami kebangkrutan, jadi beberapa aset kekayaannya harus dijual supaya mereka tidak semakin jatuh terjerembab. beberapa anak yang mengelola perusahaan keluarga ada yang depresi, bahkan ada yang rambutnya memutih dalam semalam (yang ini gak tau bener apa ngga. katanya sih bener. tapi bisa, ya? psikosomatis memang cool!).

berbeda dengan mereka yang mengalami depresi, sang kakak pertama tersebut menghadapinya dengan cara yang elegan. pertama, dia menasihati adik-adiknya supaya tidak stress berkepanjangan dan mencoba untuk merapikan semuanya secara perlahan-lahan. Kedua, dia buat “penelitian” bagaimana keluarga mereka hidup dengan ‘tanpa apapun.

langkah pertama dilakukan sang kakak pertama dengan mengefaks nasihat yang panjang dari amerika ke adik-adiknya yang ada di Taiwan. setelah itu, ia melakukan langkah yang kedua. ia pergi keluar rumahnya. kemudian berjalan, tanpa uang. berjalan saja. ia mencari tau apa yang bisa ia dapatkan di dunia ini bila ia tidak punya uang. perjalanannya berakhir di belakang sebuah pertokoan (supermarket kali, ya…). disana sang kakak pertama sangat gembira karena ia telah menemukan banyak sekali bahan makanan di dalam tong sampah. ia tersenyum. ia tahu, ia dan keluarganya masih bisa hidup walaupun tidak punya uang sepeserpun.

sang kakak pertama pulang. ia memasakkan bahan-bahan manakanan dari tempah sampah tersebut. ia mengolah sebaik mungkin dan menyodorkannya kepada keluarganya (adiknya, keponakan-keponakannya, dan ipar-iparnya) di amerika. setelah memakan masakannya, sang kakak pertama meminta keluarganya untuk berkomentar dan ternyata komentar yang keluar adalah: enak…! hmm…! :-p (huek…)

kemudian sang kakak pun berterus terang tentang asal usul bahan makanan yang telah diolahnya. setelah mendengar cerita sang kakak, semua anggota keluarga yang ada di depan meja makan sontak memuntahkan makanannya. sang kakak pertama kecewa melihat reaksi keluarganya dan bersikeras bahwa makanan yang ada dihadapan mereka telah dibersihkan dan tetap bergizi. hal ini pun dia lakukan untuk membuktikan bahwa keluarga mereka dapat bertahan walaupun tidak punya uang. akhirnya, adik, keponakan dan ipar sang kakak pertama pun mematuhinya, memakan makanan yang berasal dari tempat sampah tersebut, dengan tersenyum, sampai habis…

cerita itu sempat bikin saya takjub hingga membuat mulut ini gatal dan ingin bercerita kepada siapa saja yang berkesempatan mendengar. sebagian pun ada yang turut takjub mendengarnya, ada juga yang hanya berkomentar:” ya… tempat sampah di amerika jangan disamakan dengan yang ada di Indonesia…”

tapi tak peduli. cerita tentang makan makanan sampah tersebut tetap membuat saya heran. sampai pada akhirnya aku bercerita sama salah satu orang terdekat…

“Iya … !!! dari tempat sampah!!! coba bayangin…”kataku semangat.

dia hanya berkomentar:”saya juga kan sering mungutin… itu di DTC… ada sayur, ada buah, banyak… banyak kok tetangga yang mungutin”

Hiasan Bunga dari Tomat

|
Waktu kecil, paling senaaaang sekali kalo dibuatkan makroni sama mamah. tapi makroni paling ngga suka ada hiasan tomat di atasnya. paling sebel kalo mamah buatin yang ada hiasan bunga yang terbuat dari tomat. “biar cantik”, katanya. yang protes hanya mengernyitkan dahi. Merasa makroni itu tetap makroni, ada bunga tomat atau tidak. yang pasti, kalo dapet bagian makroni yang ada bunganya, berarti harus ada sedikit waktu yang terbuang untuk memisahkan si tomat dan si -enak-makroni.

entah mengapa, rasanya kebiasaan mamah untuk menghiasi makroni dengan bunga-bungaan tomat tidak lagi dilakukan semenjak tinggal di ciganjur. makroni enak buatannya selalu tampil polos. tanpa bunga-bungaan dari tomat. tapi makroni tanpa bunga-bungaan tomat tentu tetap makroni yang enak, karena makroni itu adalah buatan mamah. sampai suatu hari, –untuk kemandirian dan masa depan yang baik bagi kemi’s fam, aku memutuskan untuk berpisah rumah dengannya… hiks-hiks. mamah yang paling mendukung keputusan itu… dihari kemi’s fam hendak pamit, mamah menyediakan waktu untuk membuat makroni. di tengah keterbatasannya, mamah berusaha untuk membuat makroni yang tercantik dan terenak di dunia buat aku: makroni dengan hiasan bunga dari tomat.