Aku Juga Ingin Menari (Lagi...)

|
Pernah aku lihat
Ujung garis danau itu
Tipis sekali
Walau tak sejauh lautan, ia tetap misteri

Sekilas aku berpikir
Apa yang kan ku raih di ujung sana
Apakah sama
Apakah beda

Aku ingat lagi
Waktu itu ada sedikit ngeri

Entah ketakutan itu terjadi atau tidak
Namun memang suasana senyap yang dulu indah tak lagi ada

Kadang aku terkesiap
Bukankah keramaian ini dimau?

Aku tersenyum...

Belum lagi kulihat garis tipis seberang danau
Namun titik-titik jauh indah itu tertebar dimana-mana
Menggoda untuk dilihat
Merayu untuk disentuh

Aku mungkin tahu jawabannya

Tapi biarlah jiwa ini menari-nari bermain dengan setiap kumpulan warna di depan mata

Berputar
Melompat
Melayang
Meliuk

Aku asik
Aku lelah
Aku berkeringat
Aku bertenaga

Siapa peduli mata-mata itu
Siapa peduli senyum itu

Jiwaku terlepas
bebas
Bernapas...

Aku pun tersenyum... Lagi...

:)


*terinspirasi dari acara 'Got To Dance'

'Got To Dance'

|
Ada satu acara reality show yang menjadi favorit saya saat ini. Judulnya: "Got To Dance'. Pesertanya banyak yang bikin mulut menganga. Saya jadi berpikir keras memikirkan bagaimana mereka melakukannya. Gerakannya itu loh! Canggih banget! Jantung saya juga suka berdegup keras saat ada peserta yang bisa melakukan gerak dengan sempurna. Yang pasti mereka punya disiplin hidup yang tinggi. Satu lagi, mereka mencintai apa yang mereka lakukan. Menari. Ya. Mereka suka menari.

Tadinya saya berpikir, "ah ya... iyalah salah satu peserta bisa menampilkan tarian yang sempurna karena telah berlatih sejak kecil." Kemudian saat mereka berlomba, usianya memberikan waktu banyak untuk membuat para juri berdiri memberikan tepuk tangan. Tapi pikiran ini salah. Sebab ada sekelompok anak-anak yang lebih muda usianya juga bisa melakukan hal yang sama.

Wow... They're inspiring! Really!