Suatu malam, ayah pulang dengan wajah yang ceria. Kebetulan anak-anak dah tidur. Jadi, si umi bisa “menguasai” moment curhat di malam hari. Saat itu, ayah langsung buka laptopnya dan memberi komentar tentang beberapa tulisan si Umi di sari viciawati’s blog (blognya orang iseng. Do not read… kecuali lagi iseng juga:-) ).
“Mi, ayah seneng banget ngeliat tulisan umi. Terutama tentang uti,” kata ayah.
Waa… Si umi langsung seneng. Hiyalah, setelah 4 tahun menikah, akhirnya si umi bisa mengkomunikasikan isi hatinya secara lebih utuh kepada si ayah :”)
“Sedih, ya yah…,” sambung si umi
“Hiya…” jawab Ayah.
Lalu kami berdua mendiskusikan tulisannya si Umi di sari viciawati’s blog yang disimpan Ayah di laptopnya, satu per satu. Ditengah diskusi tersebut, ayah sempat protes, “tapi, mi… kok gak ada foto ayah? Mustinya di samping fotonya umi ada fotonya Ayah…”
“hihihi… fotonya yang mana, ya?” tanyaku pura-pura bingung.
“kan cerita tentang fatih banyak yang sama ayah juga :( ” protesnya.
Hihihi… si umi nyengir ajah. Wajar aja kalo Ayah protes. Karena kemi’s fam tidak akan bisa “hidup” tanpa kehadirannya. (Kalo kata abang Fatih mah, “umi gak selu. Kalo ala juga gak selu. Belom bisa ngomong, soalnya”) Jadi, kayaknya egois juga kalo cerita tentang kemi’s fam cuma sedikit menceritakan unsur ayahnya :) “kan bagus mi kalo nanti fatih gede. Bisa baca dia gimana ceritanya dia sama ayahnya.” kata ayah.
Iya sih, ayah benar. Cerita ayah dan anak-anak emang musti diabadikan. Terutama tentang aktifitas ayah dan anak-anak di pagi hari. Kalo asma (dan penyakit males) uminya kumat, siapa lagi yang gendong anak dengan tangan kanan dan kirinya? Ya pasti ayah dong :)
Jadi, sari viciawati’s blog/site musti dirombak sedikit deh. Tapi Next week ajah ah. Lagi banyak kerjaan. Saking doyan nge-blog jadi lupa kerjaan. Kata salah seorang bos (dalam hatinya, kali), “tulisan buat jurnalnya mana neeeeeh! Nge-blog mulu!” :-P
Kunjungan Bapak TUKANG KEBUN pagi itu.
11 tahun yang lalu



0 comments:
Posting Komentar