Teman Perempuan

|

waktu smu dulu, ada yang mengatakan cinta kepada saya. dia perempuan. dia bilang: “kayaknya gue jatuh cinta ama elo deh, i!” saya yang memang datar dan malas berekspresi-kecuali di panggung dan di depan kelas- hanya tersenyum kecil. saya tidak bingung. saya hanya malas mengungkapkan kembali kalo saya cinta padanya–walaupun hanya sekedar basa basi.

tidak hanya di bangku smu, di SD, SMP dan di bangku kuliah, saya juga punya beberapa teman perempuan. saya cinta sama mereka semua. saya sayang sama mereka semua. terutama dengan yang berteman dengan saya pada saat kuliah.

saya memang memiliki perasaan lebih dengan salah seorang teman perempuan saya di bangku kuliah. apapun tentang saya, diketahui olehnya. kita selalu bersama. dan kita memiliki kesukaan yang sama: Danau UI. di sana, kita suka hobi termenung. kita senang melihat keindahan. tapi kalo disuruh bilang secara verbal kepadanya bahwa saya cinta kepadanya. hehehe… jangan harap. saya cuman bisa nyengir :p

mamanya si teman perempuan saya itu pernah protes. kenapa orang yang diajak kerumahnya teman perempuan saya itu selalu saya. tidak pernah yang lain. cowok, misalnya. hihihi. bukannya teman saya -dan juga saya– tidak laku. tapi kita memang agak membatasi diri untuk bergaul dengan laki-laki. tapi apakah saya jadi lesbi? ya ngga lah. dia lesbi? wuahahhahaha… cantik2 kok lesbi. sayang amat.

yang pasti saya hanya cinta padanya. ada banyak hal yang saya sukai dirinya. dia ngga hanya cantik, kaya, pintar, dan soleha (rajin solat, ilmu agamanya banyak, pinter ngaji, dll). dia jujur dalam berteman sehingga saya suka berbagi dengan dirinya. berbagi cerita tentunya. Tapi kalo saya jadi pacaran sama dia? hehehehe… nggak deh! dia juga ngga bakalan mau, kale…

Alhamdulillah, saya masih punya dua mata yang bisa melihat. saya masih bisa memandang dengan kedua mata saya. Dengan berbagai indera yang saya miliki, alhamdulillah, saya masih merasa aneh dengan perempuan yang pacaran dan menikah dengan sesama jenisnya.

atau mungkin, alhamdulillah, sampai saat ini saya juga masih punya hati dan juga masih punya sedikit usaha untuk membersihkan hati saya secara berkala. Sehingga saya juga masih merasa, orang yang suka sama sesama jenisnya bisa pergi berobat supaya sembuh dan kembali menyukai yang lain jenis.

(DUHHH… saya jengah dengan iklan-iklan ”jeruk makan jeruk” yang ada di FISIP! :(

0 comments: