Pagi itu, seperti ia pada setiap pagi. Tidak ia kenakan baju tidur. Juga bukan pakaian yang sekedarnya. Kutanya, ia menjawab itu adalah yang harus dikenakannya. Rok tiga per empat tungkai kakinya, dengan blus yang cerah. Lengkap dengan bibir yang bergincu merah dan aroma wewangian bunya yang tlah merekah indah.
Hatiku mengadu. Begitu repotnyakah menjadi seorang ibu? Harus selalu tampil apik dan jauh dari abu. Tidak boleh memasang paras kelabu.
Setelahnya giliran ku. Terpakai balutan kain yang tak hanya lusuh. jika dibandingkan aku dengan ibuku, maka tampilan kami begitu jauh. Sehingga aku tak menyangka, buah hati ku bersedih dan mengeluh...
Aku tak menyangka, tampilanku membuat mereka luka. Dan kini aku tak ingin mereka bertambah duka. Maka, ku rapihkan kembali hati dan ujudnya. Jika tidak, entah apa yang akan ku cipta.
Kunjungan Bapak TUKANG KEBUN pagi itu.
11 tahun yang lalu



0 comments:
Posting Komentar