Dalam Kecepatan yang Sangat Tinggi

|
Bulan Januari-Februari merupakan bulan yang mengasyikan. Di bulan-bulan ini, pohon-pohon rambutan di depan rumah aki berbuah. Maka anak-anak bisa memetik rambutan langsung dari pohonnya.

Di suatu pagi yang cerah, ayah bersuka hati memetik rambutan untuk anak-anak. Sementara Fatih-Ara menanti di bawah, bersorak, bergembira. Umi? Ia sibuk mencari kertas koran bekas dan ember sehingga sampah tidak begitu merepotkan di akhir acara pagi ini.

Tiba-tiba, terlihat ada ulat sebesar ibu jari menempel di celana kesayangan ayah. Umi bergidik, "Ayah! itu....". Umi histeris tapi berusaha tetap sok tenang dan menunjuk ke arah ulat yang berwarna coklat muda.

Ayah melihat ke arah celananya, "Ya, Allah...!", katanya dan malah seperti yang terkesima.

Fatih Melongo.

Ara masih sibuk dengan rambutan yang ada di kedua tangannya. Entahlah, mungkin ia tidak mendengar bisikan umi pada ayahnya.

Lalu, umi memutuskan untuk berlari-lari, ke dalam rumah, ke depan rumah lagi, mencari sebatang kayu atau apapun itu yang bisa mengangkat ulat dari celana kesayangan ayah.

Umi putus asa. "Akiiiiiiiii! Ada ulet!" Umi berteriak juga akhirnya.

Respon umi yang berlebihan terhadap ulat yang menggelikan itu sepertinya tak terdengar. Namun, alhamdulillah, sesaat kemudian, sang Aki datang--dalam kecepatan yang sangat tinggi. Diambilnya ulat besar itu dari celana ayah dengan tenang. Semuanya pun kembali normal.

Hm...

=p

0 comments: