Ada kebahagiaan ketika anak-anak mau memberikan kepercayaannya pada kita, orang tuanya. Mereka bersedia menceritakan apa isi hatinya. Maka, kusampaikan pertanyaan klasik ini pada anak sulungku yang tengah hangat memeluk tubuhku: "hari ini belajar apa, bang...?"
Kutatap matanya dan berharap ia menatap mataku juga. Lalu ia tersenyum malu dan mencoba untuk menatap mataku juga. Sekilas. Lalu matanya berputar-putar mengitari seluruh ruang kamar dan menjawab, sekenanya. "mobil, pesawat, motor, bebek...", katanya.
Aku menunggu dan sedikit memelas, memintanya menjawab dengan benar. Tetapi dia malah pergi meninggalkanku. Lalu meminta ayahnya untuk memandikannya.
Saat dikamar mandi, ku dengar ia berceloteh riang pada sang ayah. Ia ceritakan semua cerita di harinya. Hingga kemudian ia terlelap di tempat tidur didalam pelukan kasih ayahnya.
Aku cemburu.
Ayah hanya tersenyum atas perasaan yang melingkupi hatiku. Ia mencoba menjelaskan, "mungkin, menurutnya, ini memang pembicaraan yang hanya bisa dilakukan laki-laki dengan laki-laki...".
Iya, mungkin seperti itu. Seperti puteriku yang seringkali bersemangat membalas ciuman lembutku di pipinya... Namun, ia suka tersipu jika ayah yang melakukannya. Ia kan mengatakan, "maluuuuuuuuuuuuuu...", sambil menutup keduamatanya dengan tangan-tangannya yang cantik dan mungil.
Kunjungan Bapak TUKANG KEBUN pagi itu.
11 tahun yang lalu



0 comments:
Posting Komentar