Hari-hari Penting Bagi Fatih dan Ara

|

Fatih dan Ara selalu menantikan hari Sabtu-Ahadnya. Mereka menantikan hari itu karena umi dan ayahnya libur. Mereka bisa bersama umi dan ayahnya seharian. Di hari Sabtu dan Ahad, diusahakan tidak ada orang lain yang mengganggu. Hari itu hanya ada Umi, Ayah, Fatih dan Ara. Hari itu tidak ada asisten, tidak ada uwak yang menjaga Ara dan Fatih di kala umi ke kampus... Just us... Kecuali kalau umi dan ayahnya ada kerjaan tambahan di hari-hari tersebut.

Lalu kemana kami menghabiskan waktu? Salah satu tempat yang menjadi pilihan, pastilah mall-mall. Mall mana saja akan kami kunjungi asalkan perjalanan menuju ke sana tidak macet dan ada arena permainannya. Terus terang si umi suka agak risih juga mengakui hal ini karena sebelum menikah, si umi bercita-cita supaya anaknya tidak menjadi anak mall. Tetapi ternyata cita-cita itu harus kandas. Sebab, si umi sendiri yang nggak tahan kalau ngga ke mall. Anak-anak? ya, mereka pasti meniru perilaku orang tua :p

Setelah menghabiskan waktu di arena permainan di mall, biasanya kami pasti langsung pergi ke restoran. Alhamdulillah, restoran yang menjadi tempat favorit tidak selalu yang bermerek. Restoran manapun, asalkan makanannya enak, akan kami kunjungi.

Selain mall, ada tempat favorit yang biasa kami kunjungin di hari libur. Tempat yang dimaksudkan adalah rumah kakeknya anak-anak (rumahnya aki) yang berada tidak jauh dari rumah kami. Rumah aki menjadi tempat favorit karena anak-anak sepertinya begitu leluasa bermain di sana. Seperti di mall, anak-anak bisa lari ke sana, lari ke sini karena rumah aki jauh lebih luas dari pada rumah kami. Selain itu, ada hal lain yang membuat anak-anak senang mengunjungi rumah aki. Di sana ada mamih dan papih. Mereka adalah bude dan pakdenya anak-anak. Jadi, anak-anak merasa punya teman bermain yang baru-yang tidak biasa mereka temui pada hari senin s.d. Jumat. Umi dan ayah pun "bebas tugas" :p

Kemudian, sebenarnya ada tempat yang lebih asik lagi yang menjadi pilihan favorit kami: kamar depan. Ya, ruang kamar di rumah kami di depan sebenarnya menjadi pilihan yang paling menyenangkan. Di sana kami bisa bermain sepuasnya tanpa harus memakai pakaian rapih. Kami juga bisa berteriak-teriak sepuasnya. Segala sesuatu yang ada di kamar pun bisa menjadi permainan favorit. Sebut saja bantal dan guling yang bisa dijadikan senjata-senjataan, perut umi dan ayah atau betis umi dan ayah yang bisa dijadikan kuda-kudaan, kasur twin yang bisa bisa dijadikan tangga atau tempat peperangan. Di antara seluruh kegiatan di kamar depan itu, ada satu kegiatan yang kurang disukai oleh Fatih dan Ara tetapi paling disukai oleh si umi dan ayah: tidur bersama seharian =D

Pada intinya, hari Sabtu dan Minggu adalah waktu dimana kami harus senang, harus bahagia dan tidak boleh ngambek. Hal ini harus di tulis dan di ingat terus karena si umi suka merusak suasana dengan kebiasaan "ngambek ngga jelas"-nya. Jika yang ngambek adalah Fatih, wajar karena dia masih anak-anak. Tapi kalau yang ngambek adalah umi, itu bahaya karena si umi kan sudah menginjak usia dewasa. Jadi, umi harus berusaha lebih banyak untuk bisa mengontrol otaknya dan memilih yang terbaik buat anak-anaknya. Dengan begitu, umi pun tidak merusak hari-hari yang penting bagi anak-anaknya.

2 comments:

Nazla mengatakan...

di mana2 yg merusak suasana emang kita emak2 yeee..

sejak kapan sih ente seneng ke mall?

Sari Viciawati's Blog mengatakan...

sejak... punya anak :D