Saya Hampir Lupa Bercermin (Tentang Si Kutu dan Burung Merpati Putih)

|
di tepi danau, saya masih terpesona dengan keindahan yang muncul kembali di SCIENCE PARK. sampai akhirnya burung merpati putih dengan kutunya itu datang lagi menghampiriku. ia hendak memelukku dengan mesra. Aku yang sedang menikmati duniaku sendiri hanya tersenyum pasrah. sampai akhirnya ada suara yang berteriak, “heeeeeeeeeeeeh!”. burung merpati putih langsung terdiam. ia tidak bergerak sesaat. ia sepertinya menahan marah. Aku bisa lihat amarah dimatanya. burung merpati yang kucintai itu pun langsung terbang tinggi ke langit biru. aku hanya menatapnya pergi dan bersedih.

Saya mencari-cari suara yang pernah dikenal itu. saya bercermin. di dahi, saya tidak ada apa-apa. saya juga tidak menemukan apa-apa di rambut. saya melihat ke sisi kanan tubuh saya, terus sampai jemari kaki saya. ooooh, ternyata ada kutu di situ. berarti selama ini, kutu yang membuat orang lain alergi terhadap saya, tidak pernah pergi. Kutu yang pernah hinggap di burup merpati putih itu bukan kutu-saya. dia adalah salah satu anaknya kutu-saya.

yah, biarlah burung merpati putih itu terbang sendirian. biarlah kutu-saya itu berada disisi saya. Tidak apa-apa jika dia masih senang di tempatnya sekarang. TOh, kutu-saya itu tidak pernah menghisap darah saya. Dia tidak mengganggu saya, suami saya, dan anak-anak saya. Jika kutu-saya itu membuat orang lain tidak mau berteman dengan saya, saya tidak peduli. aku ingat pesannya “guru spiritual”-nya sahabat saya. Dia bilang, kita tidak perlu membuat semua orang mencintai kita. Memang siapa saya?

saya lihat ke langit. di sana ada keindahan yang pernah saya kagumi. saya pun terbang menuju keindahan di langit itu, langit biru-jingga, biru-jingga.

0 comments: