pernah ada yang bertanya
apa yang kau mau jika kau kaya nanti
aku bilang, minum teh kemasan sebanyak-banyaknya
iya,
kalo aku punya uang
aku mau minum teh kemasan sebanyak-banyaknya
tanpa batasan
uang jajan yang sudah dianggarkan
lalu sampai saatnya tiba
ketika tangan bebas memilih
hati luapkan kehendak
bukan teh kemasan yang aku lirik
namun beragam asupan
dengan lapisan-lapisan yang tak bisa lagi dicerna dengan baik
apalagi di sana
ada tawaran santapan tak terbatas
hingga perut dan napas tak lagi sanggup menerima
kadang tak tersadar
otak dan panca indera nampaknya tak lagi bersua
atau mulutku yang satu lagi memang tak mampu mendengar
atau otak terkendali oleh hati yang ingin dan ingin
maka bekerjalah terus tanganku yang dua
dengan jemari yang sepuluh
mengambil semua yang beragam
tanpa di pilah
ke dalam mulutku yang satu
geligiku pun berlomba
tanpa hitung
tanpa berpikir
semua bergerak otomatis hingga lidahku yang satu tak lagi merasakan beda
rasa kenyang ternyata tak pernah putus
apalagi rasa segar yang dulu pernah memberikan kata nikmat pada memori
tidak lagi
semua sama. semua kabur oleh rasa ingin
Kunjungan Bapak TUKANG KEBUN pagi itu.
11 tahun yang lalu



0 comments:
Posting Komentar