Dengan Inginku

|
pernah ada yang bertanya
apa yang kau mau jika kau kaya nanti
aku bilang, minum teh kemasan sebanyak-banyaknya

iya,
kalo aku punya uang
aku mau minum teh kemasan sebanyak-banyaknya

tanpa batasan
uang jajan yang sudah dianggarkan

lalu sampai saatnya tiba

ketika tangan bebas memilih
hati luapkan kehendak

bukan teh kemasan yang aku lirik
namun beragam asupan
dengan lapisan-lapisan yang tak bisa lagi dicerna dengan baik

apalagi di sana

ada tawaran santapan tak terbatas
hingga perut dan napas tak lagi sanggup menerima

kadang tak tersadar
otak dan panca indera nampaknya tak lagi bersua
atau mulutku yang satu lagi memang tak mampu mendengar
atau otak terkendali oleh hati yang ingin dan ingin

maka bekerjalah terus tanganku yang dua
dengan jemari yang sepuluh
mengambil semua yang beragam
tanpa di pilah
ke dalam mulutku yang satu

geligiku pun berlomba
tanpa hitung
tanpa berpikir
semua bergerak otomatis hingga lidahku yang satu tak lagi merasakan beda

rasa kenyang ternyata tak pernah putus
apalagi rasa segar yang dulu pernah memberikan kata nikmat pada memori
tidak lagi
semua sama. semua kabur oleh rasa ingin

0 comments: