Jadi orang tua memang ngga gampang. Ada banyak pernak-pernik. Salah satunya terjadi di pagi hari saat harus menghadapi anak-anak tersayang berdemo, menuntut atas hak kasih sayang dari sang Bunda dan juga Ayahnya.
Untung saya pernah punya kebiasaan nonton "The Nanny". Di reality show itu pernah menyinggung tentang pentingnya "keteraturan" buat anak di rumah. Berbekal pengetahuan itu, saya jadi ngga terlalu panik kalau anak-anak berdemo. Satu hal yang ingin saya (dan suami saya) evaluasi kala demo anak-anak terjadi: "ketidakteraturan apa yang terjadi sehingga membuat anak-anak marah".
Jadi kalau anak-anak ngambek di pagi hari, saya berusaha menahan ego. Saya peluk saja mereka. Pelukan itu diharap bisa meredakan amarah anak-anak. Jika marah anak-anak sudah bisa terkendali, biasanya saya baru bisa menanyakan apa yang membuat mereka emosional. Lalu memberikan solusi atas kebutuhannya. "Pemecahan Masalah"-pun tidak hanya berdasarkan terkaan saja.
Kebiasaan memberikan pelukan buat anak-anak juga ternyata terekam baik di hati anak-anak. Saya pernah bingung, ada apa dengan abang di suatu pagi. Ara dengan santai mengingatkan, "Umi... peluk abang....".
Ada kalanya juga pelukan saya tidak berhasil. Ternyata bukan pelukan saya yang dibutuhkan anak-anak. Tapi pelukan ayahnya. Itu terjadi jika ternyata sang Ayah yang kurang memberikan perhatian.
Pelukan yang selama ini diberikan biasanya memberikan hasil positif. Jadi, memang benar yang suka di twit sama BraveKidsVoices, pelukan adalah vitamin buat anak-anak.
Perhatian bisa dikatakan seperti vitamin karena vitamin katanya bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Begitu juga dengan perhatian. Perhatian bunda dan ayah juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak. Ga percaya? Coba saja abaikan anak yang selama ini mendapatkan perhatian cukup, niscaya mereka akan mengalami psikosomatis.
Layaknya vitamin, Vitamin A juga nampaknya tidak bisa menggantikan vitamin B. Maka perhatian Ayah, juga tidak bisa digantikan (selalu) oleh perhatian Bunda. Masing-masing ada manfaatnya tersendiri. Ada sumbernya tersendiri.
Jadi, kalau anak sedang kekurangan vitamin A (perhatian Ayah), maka ia membutuhkan pelukan sang Ayah. Tapi kalau sang anak kekurangan vitamin B (perhatian Bunda), sang Bunda harus evaluasi diri. Kalau anak-anak kekurangan perhatian Ayah dan Bunda, berarti ayah dan bunda harus saling mengingatkan, bukan saling menyalahkan, dan membuat sang anak semakin kritis kasih sayang.
Selama ini pun terjadi keteraturan telah yang berlaku dalam keluarga kecil saya setiap malam dan pagi hari. Keteraturan itu dibuat supaya Bunda dan Ayah juga punya ukuran tersendiri dalam memberikan perhatian yang cukup buat buah hati tercinta.
Bentuk keteraturan kami sederhana dan bervariasi. Dari main bantal, main kelitik-kelitikan, nonton tivi, makan malam bersama, shalat berjamaah. Tidak hanya Bunda, Ayah juga harus berpartisipasi penuh. Semua harus terlibat. Kalau ngga, sang Ayah atau Bunda harus siap-siap menerima konsekuensinya di pagi hari: melihat anak-anaknya berdemo karena kekurangan vitamin A, atau vitamin B, atau kedua vitamin tersebut.
;)
Kunjungan Bapak TUKANG KEBUN pagi itu.
11 tahun yang lalu



0 comments:
Posting Komentar