Menoleh kebelakang
Melihat jejak-jejak
Yang telah diabadikan oleh tetesan embun
Yang katanya tak hanya ada air mata, tapi juga duri-duri yang tak enggan menorehkan luka
Kamu Tahu
Dia Tahu
Yang Lain Tahu
Dalam gelembungnya masing-masing
Terkadang ada ingin sekilas cerita
Yang bisa mengisahkannya
Dalam paparan sempurna
Mengenai apa pada setiap sisi manusia
Tapi akal sehat mengingatkan
Adalah hak jiwa tuk bisa tutupi lemahnya
Benahi dirinya
Menjadi pantas untuk pulang pada Jiwa Maha Suci
Lalu embun juga turut membalut luka
Dengan cerita Jiwa
Mengenai kesederhanaan perjalanan
Yang tak lah perlu dirancukan rasa ingin sesaat
Lalu dimunculkan pula kisah pertemuan antara jiwa dan jiwa
Yang digambarkan indah
Mengenai satunya dua jiwa yang berbeda
Jiwa-jiwa yang dipasangkan untuk memberikan makna satu dan yang lain
Seperti seorang puteri
Yang tlah menemukan makna dasar dari lampu-lampu yang berterbangan...
Maka saat kau gambarkan adanya sehelai sayap tergolek
Dalam cerita magis danau terbelah
Lalu bersamanya menyambut langit biru jingga
Aku yakin... memang ada yang terindah dalam setiap perjalanan hidup manusia
Kunjungan Bapak TUKANG KEBUN pagi itu.
11 tahun yang lalu



0 comments:
Posting Komentar