Isi Hati yang Terdalam...

|
Bukannya saya tidak mau bertemu. Tetapi memang hati ini belum memiliki energi yang cukup banyak untuk bisa menarik diri ke dalam zona ketidaknyamanan. Wilayah itu sepertinya lebih dalam dari pada lubang hitam yang diceritakan oleh banyak orang. Tidak ada yang lebih menakutkan dari pada kehilangan jari diri yang sebenarnya...

Jadi, biarkan saya disini... dan mereka di sana...

Masalah ini menjadi agak sedikit rumit karena memang ketidakjujuran sudah menggerogoti persahabatan itu sendiri. Apalagi jika kami sudah membandingkan mana yang lebih baik. Dia atau diriku? Walapun kita sadar bahwa tidak ada yang sempurna.

Saya sendiri sudah lupa arti kehilangannya itu apa. Cerita itu sudah lama sekali. Bahkan sudah terlalu terkubur dalam, jauh dibawah sana. Namun ketika ia menyatakan ketidakpeduliannya, ya, saya bersedih dan ingin menangis... sebentar saja.

Pertanyaannya adalah, sampai kapan saya harus seperti ini? Apakah memang saya begitu sempurna hingga begitu bodoh untuk tidak mampu melangkahkan kaki dan membukakan pintu hati untuknya?

Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan. Tapi saya minta maaf jika saya memang terlalu mudah patah dan retak, bahkan hancur...

0 comments: