Pinta ku...

|
"Abang, abang sedih ngga kalo umi meninggal?", tanyaku sore ini, secara tiba-tiba.

Abang menatapku, bola matanya membesar dan ia pun mengangguk-angguk. "Iya, umi...", jawabnya dengan nada yang pelan.

"Abang, kalau umi meninggal, abang doa buat umi, ya?" Pintaku, lembut... Anak sulungku yang masih berusia 4 tahun itu semakin menatapku lekat. Adiknya yang masih 1 tahun 10 bulan hanya mendengarkan. Kemudian Abang angkat bicara, "Umi, gimana? Abang ngikutin.."

Akupun melantunkan sebuah doa. Sebelumnya aku berniat untuk membacakan "doa untuk orang tua". Namun kemudian yang keluar dari mulutku adalah "doa sebelum makan". Aku dan anak sulungku tertawa terbahak-bahak... Ara, sang adik kecil yang sedari tadi turut menyimak, juga tertawa geli.

Lalu ku pinta dua orang anakku untuk mendengarkan "doa untuk orang tua" yang kan kubaca untuk mereka. Aku mengira anak sulungku akan mengikuti doa itu setiap kata demi kata. Ternyata dia hanya menyimak. Setelah ku selesai membacakan "doa untuk orang tua", anak sulungku membacakan artinya dengan lantang namun lembut...
"Ya Allah,
ampunilah dosaku...
Ampunilah dosa kedua orang tuaku...
Sayangilah mereka
sebagaimana mereka menyayangiku sejak aku kecil...
AMin..."


Allahu ya Rabbi... Hatiku tersentak. Aku benar-benar tak mengira ia akan membacakan artinya. Ya Allah, Alhamdulillah... Aku pinta anak sulungku untuk menghampiriku... Ku peluk erat tubuhnya dan tubuh adiknya yang mungil...

4 comments:

Anonim mengatakan...

terharu!fantastic kid you've got there

Sari Viciawati's Blog mengatakan...

Mr Hans... So do i... i was really surprised when he said that... I hope i really can guide my children to be a great person... Amin... :)

Unknown mengatakan...

semoga kelak mjadi anak yg sholeh,.sy bangga

Sari Viciawati's Blog mengatakan...

trimakasih ayah... :)