Sore itu saya merasa sangat kesal dan ingin menangis keras-keras. Biasalah... perempuan kalo sedang mengalami "masa"-nya, banyak yang tidak bisa menahan emosi kalau disenggol sedikit. Termasuk saya. Jadi, sebelum sampai ke rumah, saya memutuskan untuk mampir dulu ke kantor suami untuk mencurahkan kekesalan hati. Tetapi, ternyata itu tidak cukup memuaskan saya... Sepulang dari kantor suami, saya masih merasa sedih.
Sampai di halaman rumah, saya sudah mendengar tangisan Ara yang keras. HUf... Saya pulang terlalu malam. Saya peluk Ara, kemudian saya cium abangnya. Seperti biasa, saya segera menyusui anak saya yang paling kecil setelah selesai membersihkan diri. Uwak yang mengasuh Ara pulang. Maka, di rumah hanya ada saya, Ara dan Abang.
Biasanya, Abang suka merengek-rengek karena tidak sabar untuk dibacakan buku cerita. Kali ini dia berbeda. Saya yang sedang menyusui adiknya malah dipeluk erat. Dia mencium pipi saya, kemudian bertanya, "umi, umi mikirin apa sih..."
Saya yang ditanya jadi agak kaget. Saya tahu anak saya yang sulung itu memang sangat perhatian. Dia sangat tahu setiap detil mengenai apa yang saya, ayahnya atau adiknya sukai atau tidak sukai. Misalnya, jika ada salah satu lagu disko kesukaan saya diputar di radio, dia akan teriak, "umi! ini kesukaan umi, kan?" Tapi, baru kali ini saya ditanya mengenai apa yang saya pikirkan... dan entah mengapa, saya langsung jujur menjawab, "umi lagi kesel ama temen umi..."
Lalu abang Fatih yang masih memeluk saya menyahut jawaban saya, "emang, temen umi jahat, ya?" Masya Allah... kok hati saya jadi berbunga-bunga mendengar jawabannya, ya? Saya langsung tersenyum dan menjawab, "Ngga kok Bang, dia nggak jahat, cuma ngeselin aja". Ara sudah tertidur dan saya segera melepaskan diri darinya, kemudian langsung memeluk abang Fatih...
Kunjungan Bapak TUKANG KEBUN pagi itu.
11 tahun yang lalu



0 comments:
Posting Komentar