Rindu pada Indahnya Kesejukan

|
Saya kembali lagi bercermin... Kali ini tidak pada indahnya danau di science park... Saya bercermin di sudut ruang yang kosong pada sebuah cermin kecil... Sendiri.

Ada yang hilang pada diri saya. Saya pernah menyadarinya... terlalu sering, bahkan. Sebelah sayap saya juga pernah mendengar keluhan ini... Belahan jiwa pun pernah menyampaikannya. Saya sendiri hanya mengamati apa yang saya sampaikan, apa ia sampaikan, tanpa berbuat sesuatu yang berati... Ya, saya memang terlalu lamban dan terlalu sibuk mencari hal lain yang bukan seharusnya menjadi perhatian saya...

2 comments:

Anonim mengatakan...

Jgn selalu bercermin, lest the mirror cracked. Today i read a few other blog postings all saying about looking into the mirrors. I must try to do so sometimes, just to check where or what i've been missing. It's just like taking a step back in order to go forward....further. I've been pushing forward so much so that i may have forgotten to look back sometimes. Thanks for reminding it here.

Sari Viciawati's Blog mengatakan...

thanks for riminding me too Mr. Hans... i've read yr writing about having a good habit. I started today... Yes, you are right...I have to do a good habit to make my performance better :) So that, i can smile if i'm looking the mirror next time...