Dum dum dum...
Menusia dan waktu
Bersama sifat
Keangungan dan kerapuhannya
Melenggang
Merasa
Menangis
Tertawa
Dum dum dum...
Setengah tak percaya
sosok dirinya dibalik indah puisinya
Dum dum dum...
Aku tahu
Kamu tahu
Semua tahu
Manusia...
Maka lihat tali yang kuat
Pegang erat-erat
Kedamaian hanya dari diri-Nya
Dum dum dum...
Aku berlari
Tergopoh-gopoh
Bertanya pada dirinya yang tersayang
Apa maumu, cinta?
“Hanya ingin keluarga yang tenang...”, jawabnya lembut dari hati terdalam
Iya,
Keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah...
Melayang
Terhempas lagi
Lalu berhasil menitikkan air mata...
Aku bahagia
Dum dum dum...
Masih tak percaya
Mungkinkah?
Dum dum dum...
Sehingga akhirnya terdalami kata-kata yang pernah begitu sering terucap
“Apabila ada kebenaran yang tersampaikan, sesungguhnya itu datang dari Allah...”
*terinsprasi dari blog temennya Lulu
Kunjungan Bapak TUKANG KEBUN pagi itu.
11 tahun yang lalu



0 comments:
Posting Komentar