I Know that He Loves Me

|
pagi itu saya tidak berangkat ke kampus karena ada janji dengan beberapa orang sahabat di Matraman. ada urusan praktikum dan K2Pi serta rencana S3 yang harus dibicarakan di sana. jadi, ayah pergi sendiri dan bebas tugas dari keharusan mengantar istrinya ke kampus. saya juga bisa menikmati sedikit waktu dengan anak-anak.

sekitar jam 11-an saya bersiap-siap. si abang mulai menunjukkan ulahnya. berteriak, menangis…”umiiiii….. jangan pergi…..”

but i had to go. abang tau kalo saya pasti tidak akan mengindahkan rengekannya.

“umiiiiii…. ikut…..” abang masih berteriak, memelas…. saya hanya bisa tersenyum, menciumnya, memeluknya. “umi musti pergi sayang… umi kan sayang ama abang” aku tatap matanya dalam-dalam. abang tahu kalo uminya memang harus pergi. ia pun mengantarkan saya sampai pintu gerbang… “dadah umi… hati-hati ya….” matanya terus mengikuti saya sampai saya hilang ditikungan.

seusai pertemuan dengan para sahabat, saya langsung pulang. rindu sama abang fatih, ara, dan ayahnya juga :-). Saya berharap mereka belum tidur. benar saja… mereka, kecuali ara, sudah menunggu. phew… dah jam delapan malem, tapi masih masih bisa denger keluhannya si abang. di malam itu abang ngeluh ama ayahnya: “ayah!! tadi umi kasian. umi berangkat sendirian!!!”

0 comments: